Sabtu, 19 Mei 2012

Nama-Nama Tempat Dalam Kitab Kejadian 29-31 1 Haran

Nama-Nama Tempat Dalam Kitab Kejadian 29-31
1 Haran
Haran (Ibrani “Kharan”; Yunani “Churan”). Kota Haran tempat Terah menetap setelah meninggalkan Ur-Kasdim (Kej 11:31) dan dari sini Abraham pergi menuju Kanaan (Kej 12:1). Yakub melarikan diri dari Esau ke Haran (Kej 27:43), dan di Haran juga Yakub berjumpa dengan Lea dan Rahel, istrinya (Kej 29). Haran (bahasa Asyur harranu, “jalan utama”) terletak 32 km sebelah tenggara Urfa (Edessa) pada sungai Balikh. Penggalian sejak tahun 1951 menunjukkan bahwa Haran mulai diduduki pada dasawarsa abad 3 sM. Haran berada pada jalan utama dari Niniwe ke sungai Efrat dan Alepo, dan merupakan pusat perdagangan seperti Tirus (Yeh 27:23). Menurut Kitab Kejadian 11:26-37, Haran adalah nama pribadi anak Terrah  saudara Abraham dan Nahor , Milka dan Yista yang meninggal di Ur.[1]
Haran juga sebuah kota perdagangan di Mesopotamia purba pada sungai Balikh. Haran merupakan titik pusat perdagangan pada jalan-jalan Kanaan dari Babilon menuju Siria, Mesir dan Asia kecil. Haran juga pusat pemujaan dewa Bulan yang dilakukan orang dengan teguh, tempat tinggal nenek Abraham. Menurut salah satu tradisi Pentateuk tempat itu menjadi titik tolak penguburan Abraham (Kej 11:31; 12:15; 24:4-8; 27:43. 2Raj 19:19:12), mengutip tentang dikalahkanya kota itu oleh bangsa Asyur.[2]
 Penggalian sejak tahun 1951 menunjukkan bahwa Haran mulai diduduki pada dasawarsa abad 3 sM. Haran berada pada jalan utama Niniwe ke sungai Efrat dan Allepa dan pusat perdagangan seperti Tirks (Yes 27:33). Letaknya yang strategis segera menarik perhatian Asyur, Adad-nirari I (1310 sM) membangun benteng yg di dalamnya Tiglat-Pileser I (1115 sM) menghiasi candi kuno (E. hul. hul) Sin, dewa bulan. Telah lama Haran menjadi ibu kota propinsi Asyur (TARTAN). Haran memberontak dan dijarah pada tahun 763 sM. Peristiwa ini dipakai oleh utusan Sanherib untuk menakut-nakuti Yerusalem (2 Raj 19:12 ,Yes 37:12). Kota ini kemudian dibangun kembali oleh Sargon II, dan candi tersebut diperbaiki dan diperlengkapi dengan perabotannya oleh Esar-Hadon (675 sM) dan oleh Asyurbanipal.
            Setelah kejatuhan Niniwe (612 sM), Haran menjadi ibukota Asyur hingga tahun 609 sM ketika direbut oleh Babel. Karena Wangsa Kasdim tertarik pada candi-candi Babel, maka dibangunlah kembali candi-candi Sin di Haran dan Ur. Ibu dari Nabonidus (yang meninggal pada usia 104 tahun) dijadikan imam agung perempuan di Haran, dan putri dari Nabonidus imam di Ur. Sisa-sisa reruntuhan yg masih ada, terutama dari kota Roma, yg di dekatnya orang-orang Parti membunuh Crassus (53 sM), dan dari kedudukan penguasa-penguasa Islam dan Sabaean di Harran (pada saat itu namanya disebut Carrhae). Kis 7:4 juga menyebut Haran.[3]
                Dengan ayat Kej 11:27 Alkitab memulai sejarah dari satu keluarga yang dipilih Allah untuk membawa penebusan kepada umat manusia. Kepala keluarga tersebut adalah Abram (kemudian diubah menjadi Abraham, lih. Kej 17:5), yang hidup sekitar tahun 2100 SM. Dalam Kis 7:2-3, Stefanus menyatakan bahwa Allah pertama kali menyatakan diri kepada Abram di tanah Kasdim sebelum tinggal di Haran (bdk. Kej 15:7; Neh 9:7). Panggilan Allah kepada Abram mungkin merupakan faktor pendorong yang membuat ayahnya Terah pindah ke Haran.[4]

2. Betel
            Betel (bahasa Ibrani: Rumah Tuhan) setelah Yerusalem. Betel adalah sebuah tempat di Palestina yang paling banyak disebutkan di dalam kitab suci. Kota Betel terletak 19 km di sebelah Timur Laut kota Yerusalem. Barang kali Betel adalah nama tempat perziarahan bangsa Kanaan untuk memuja dewa EL. Kota Betel terletak didekat kota Lus (Kej 29:19). Dikemudian harinya nama Betel dipindahkan pada kota ini.
            Kota betel sendiri jatuh pada tangan suku Efraim lewat sebuah penghianatan  (Hak1:22-26). Tabut perjanjian ditaruhkan untuk sementara waktu di Betel pada zaman para hakim-hakim (Hak 20:27;21:2) dengan demikian Betel menjadi pusat kekudusan nasional Israel. Pada awal zaman kerajaan, Betel ternyata menjadi sebuah tempat perziarahan yang disukai oleh masyarakat Yahudi (1Sam 10:3). Betel dijadikan tempat suci pertama di kerajaan utara setelah pecahnya kerajaan (1Raj 12:26-33; Am7:10-13). Para nabi banyak perpolemik melawan tempat ziarah itu (1Raj 13:1-10) dan mereka gantikan namanya dengan sebutan Bet-Awen, seorang imam Yahwe tunggal di Betel (2Raj 17:28). Setelah kerajaan utara dikalahkan oleh bangsa Asyur. Raja Yosia dari Yehuda menyuruh untuk menodai tempat kudus di Betel dan merusaknya sekaligus. Sesuadah pembuangan, Betel dihuni oleh suku Benyamin.
            Penggalian di daerah Betel dilakukan oleh W.F Albright (1934) dan J.L. Keiso (1954-1957). Sekitar tahun  2.200 sM, tempat itu mulai dihuni orang. Pada zaman tembaga akhir dapat dibuktikan adanya sebuah tembok kota megah, yang menunjukkan adanya suatu teknik pembuatan rumah yang sudah sempurna. Sejarah kota ini berakhir pada pertengahan abad 13 oleh sebuah kebakaran yang mengerikan pada zaman para raja. Kekayaan kota mulai menanjak lagi sekiar tahun 550 sM. Kota Betel dihancurkan oleh Babilon. Kota Betel sudah timbul lagi pada zaman kekuasaan Persia dan kemudian mengalami puncak perkembangan baru pada zaman Helenisme.[5]
            Betel kota yang terkenal di negri Israel dan juga pusat kebaktian (1Raj 13:11). Bahkan kota  ini di namai “Rumah Allah” sama dengan Belt-El (Hak 1:22-23) dan Bait Ullah (Hak 20:18,26)
            penduduk kota Betel disebut Bait-Eli  (1Raj 16:34), kota inilah yang paling bayak disebut –sebut dalam perjanjian lama, kecuali kota Yerusalem. letakknya 19 km disebelah utara Yerusalem. Abraham dan Yakub pernah berbakti disana (Kej 12:8; 28:11-22) untuk beberpa lama Tabut Perjanjian ditempatkan disitu (Hak20:26-27). Ketika kerajaan terpecah Betel menjadi batas selatan bagi Israel kerjaan utara. Raja Yerobeam meresmikan Betel sebagai pusat kebaktian (1Raj 12:26-33) dan keadaan itu terus berlaku pada zaman  nabi Amos (Am 7:10-13).[6]

3. Sungai Efrat
            Efrat dalam bahasa ibrani  artinya sungai yang besar. Sungai terbesar di Asia dengan banyak anak sungai dan saluran yang digali orang sehingga merubah arusnya selang waktu berabad-abad.  Pada zaman biblis sungai Efrat dan Tigris  bermuara terpisah pada teluk Persia. Banyak kota (Sipar, Nipur, Syarupak, Uruk, Larsa, Ur, Fridu dan Babilon) terletak pada tebing sungai Efrat pada waktu itu. Di dalam alkitab sungai Efrat lebih sering disebut ”sungai” tanpa tambahan. Di dalam kitab Kejadian 2:14 Efrat  adalah  salah satu dari keempat sungai Firdaus.[7]
            Sungai Efrat adalah sungai terbesar di Asia Barat dan karena besarnya itu, umum disebut Hanabur “sungai itu” dalam perjanjian lama (mis Ul 11:24). tetapi kadang-kadang disebut juga nama dalam bentuk Ibraninya yakni Perat (Kej 21:14; 15:18)
            Sungai Efrat bersumber dari dua anak sungai di Turki Timur, yaitu sungai Murrad-su yang haluannya dekat  Danau Yan, dan sungai Kara-suyang haluannya dekat dengan Erzrum. Sungai Efrat mengalir sepanjang 1800 km ke teluk Persia dan bergabung hanya dengan sungai Khabur.  Dikeadaan air terendah pada bulan September, sedikit demi sedikit airnya naik selama musim dingin sampai 2,5 m lebih tinggi menjelang bulan Mei, dan kemudian surut kembali sampai bulan September, karena demikianlah tinggi rendahnya air sungai Efrat maka arusnya tidak sederas air Tigris.
            Diantara Alavium Babel alur sungai Efrat telah bergeser kearah barat sejak zaman-zaman kuno, tatkala kebanyakan dari kotanya yang penting terletak ditepi sungai Efrat atau didekatnya, tetapi sekarang ini terdapat beberapa kilometer kesebelah timur ini tergambar dalam hal bahwa orang Summer melukiskan nama Efrat dalam bentuk uang mencakup arti “sungai Sippur”, tetapi puing-puing  kota Sippur itu terdapat kurang lebig 6 km disebelah timur. Bayak kota penting termasuk kota Babel terdapat ditepi sunga Efrat di daratan sebelah selatan dan kota Mari terdapat dibagian tengah dari alur sungai itu tidak jauh dari pertemuan sungai Khabur. Jalur jalan dari Mesopotamia antara ke Siria utara menyebrangi Efrat dikuasai oleh kota Karkemis.[8]

4. Bersyeba
            Bersyeba dalam bahasa Ibrani artinya “sumber air berkelimpahan”.  Kota ini sering dilalui oleh kaum Kafilah dan dianggap sebagai batas daerah Israel. Bersyeba adalah kota penting sejak dahulu kala, yang terletak diujung selatan laut Mati dengan laut Tengah yang palinmg selatan: “dari Dan samapai Bersyeba” ungkapan ini mengandung arti bahwa Bersyeba merupakan sebuah kota diatas ujung selatan Kanaan (Hak 20:1). Sekarang kota ini disebut kota Beer Sheva, ini merupakan pusat perindustrian Israel yang penting. [9] Sebuah kota Kanaan kuno (Kej 21:33). Sebuah tempat kebaktian di daerah Negeb. Kota kuno itu ada hubungannya dengan Abraham (Kej 21:22-33; 22:19), dengan Ishak (Kej 26:23-33) dan Yakub (Kej 28:10; 46:1-5). Bersyeba diambil alih bangsa Israel sebagai tempat kebaktian pula (1Sam 8:2). Amos memandangnya sebagai tempat terkecil (1Sam 5:5; 8:14). Di dalam Kitab Yosua 15:28  Bersyeba masuk ke dalam wilayah Yuhuda. Pada Yosua (Yo 19:2) di masukkan ke dalam wilayah Simeon[10]
Penggalian yang dilakukan di dekat kota Bersyeba yang modern ternyata menunjukkan adanya sebuah tempat yang didiami orang pada zaman kalkolitikum (sekitar tahun 3.500 sM) dan sebagian menunjukkan adanya perumahan di bawah tanah. Nampaknya mereka hidup dari pertanian (pengelolahan tanah). Bersyeba yang disebutkan di dalam Alkitab diperkirakan berada di Tell es-seba, kira-kira 5 km dari Bersyeba yang sekarang. Di situ sedang dilakukan penggalian oleh Israel sejak tahun 1969.[11]
Bersyeba dalam bahasa Ibrani artinya “sumber air berkelimpahan”.  Namayang diberikan kepada sumber air yang penting juga kepada kotanya dan daerahnya (Kej 21:14; Yos 19:2). Kota yang sekarang terletak 77 km sebelah barat daya Yerusalem dan hampir di tengah-tengah antara Laut Tengah dan bagian selatan dari Laut Mati.[12]
Penggalian di Tel es-Seba' 5 km sebelah barat kota moderen, menemukan kota benteng yang teratur yg dibangun pada zaman kerajaan Yehuda. Sumur di luar pintu gerbangnya oleh penggalinya dianggap berasal dari abad 12 sM. Penggali menghubungkannya dengan Abraham dan cerita-cerita lain tentang bapak-bapak leluhur Israel, tanpa ada bukti apa pun untuk mendukung spekulasinya. Di situ belum terdapat periuk dari Zaman Perunggu atau barang-barang lain yang dapat membuktikan bahwa namanya kuno. Periuk dari Zaman Besi telah ditemukan di Bir es-Seba' kota modern itu, yang pada zaman Romawi disebut Berosaba; adalah mungkin bahwa kota yang sekarang berdiri pada lahan yang sama dengan lahan kota kuno.
Dekat dengan kota itu ada beberapa sumber air, yang paling besar bergaris tengah 3,75 m. Sumber air ini memerlukan penggalian sedalam 5 m batu karang yang keras. Di salah satu batu dinding lobang, Conder mendapati tulisan yang menunjukkan tagal perbaikan yang dilakukan pada abad 12 sM. Pada waktu Conder mengunjunginya, tahun 1874, kedalaman permukaan airnya adalah 11 m. Arti nama ini diberikan dalam Kej 21:31. 'Sumber dari ke tujuh' (yaitu anak-anak domba). Keterangan 'Sumber bersumpah', berdasarkan gagasan 'karena' kedua orang itu telah bersumpah di sana bukanlah keterangan yang benar dari nama ini, tapi hanya mengatakan bahwa pada waktu itulah nama itu pertama-tama dipakai.
Keterangan dari cerita kedua tentang pemberian nama kepada sumber itu oleh Ishak (Kej 26:33) terdapat dalam ayat 18, Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali pada zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati, disebutkannya nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. Karena menggali sumur adalah merupakan jasa besar, maka menggali kembali sumur seperti diceritakan adalah memperingati karya besar itu dan sekaligus menghormati sang ayah. Dalam ayat 33 kata-kata yang dipakai adalah “dan ia menamakannya Syeba”.[13]
Bersyeba sering dikunjungi oleh para Bapak leluhur; Abraham tinggal di sini lama sekali (Kej 22:19). Mungkin daerah ini adalah bagian dari Palestina tanpa penduduk, karena pergantian musim menjadikan iklim daerah berumput ini tidak cocok untuk ditinggali. Dari sinilah Abraham berangkat untuk mengorbankan Ishak. Ishak tinggal di sini waktu Yakub pergi ke Haran (Kej 28:10). Dalam perjalanannya ke Mesir, Yakub berhenti di sini untuk mempersembahkan korban-korban (Kej 46:1). Waktu pembagian tanah, lahan kota ini jatuh ke tangan suku Simeon (Yos 19:2).
Ungkapan 'dari Dan sampai Bersyeba' (Hak 20:1 dab) memaksudkan bahwa Bersyeba adalah kota yg paling selatan dari negeri itu. Kota ini penting karena letaknya pada jalan perdagangan ke Mesir. Amos (5:5; 8:14) menyebut dan menunjukkan bahwa Bersyeba telah menjadi pusat kegiatan-kegiatan agamawi yang tidak baik.[14]

5. Kanaan
Oleh Filo dari Biblos. Nama Kanaan (Ibrani, KENA'AN) menjadi sebutan bangsa dan tanahnya. diturunkan dari nama nenek moyang mereka Kanaan menurut Kejadian 10:15-18 dan tradisi asli Kanaan-Fenisia, seperti yang diteruskan oleh Sanchuniathon.
            Daerah Kanaan sebagian besar terletak diantara sungai Yordan dan Laut Tengah; khususnya disebut begitu sebelum ditaklukan oleh bangsa Israel; sama dengan tanah perjanjian (Kej 13:12). Suku bangsa yang tinggal di negri Kanaan sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Israel  (Yos 5:1); sama dengan orang Kanani (Kej 12:6) mereka masih sebangsa dengan suku Amor dan Finasia. Orang-orang Kanaan berbakti secara asusila dan jahat sekali kepada para Dewa seperti Baal dan Asyera. Bangsa Israel dilarang berbakti kepada dewa-dewa itu tetapi beberapa orang Ibrani dipengaruhi oleh bangsa Kanaan yang masih menetap di daerahnya itu.[15]
Kanaan ialah nama asli dari orang-orang Kanaan-Fenisia, yang dikenakan kepada mereka oleh sumber-sumber Yunani dan oleh orang Fenisia sendiri. Kehadiran orang-orang yang  berbahasa Semit di Palestina pada milenium 3 sM hingga kini dibuktikan dengan tegas hanya oleh dua nama tempat Semit di dalam suatu naskah dari zaman itu: Ndi yang mengandung unsur 'il (u), 'allah' dan n...k yang mulai dengan 'ain, “sumber mata air”. Kedua nama ini muncul dalam suatu pemandangan-makam Mesir dari wangsa ke-5/ke-6, ± 2400 sM.
Tapi persoalan apakah hal-hal ini menunjuk kepada kehadiran orang-orang Kanaan, dan justru ketika orang-orang Kanaan muncul di Palestina. menjadi suatu hal yg dapat diperdebatkan, yang pasti bahwa orang-orang Kanaan dan Amori telah menetap kuat di Palestina-Siria.
          Sepanjang milenium 2 sM Palestina-Siria dibagi di antara sejumlah negara, kota Kanaan Amori yang berbeda-beda. Pada abad 19/18 sM banyak nama tempat-tempat dan pemerintah-pemerintah diberitakan dalam naskah-naskah pengutukan Mesir.
            Selama masa ±1500-1380 sM negara-negara yang kurang penting ini menjadi bagian dari pemerintahan Mesir atas Asia: pada abad 14 sM negara-negara di bagian utara dimasukkan ke dalam kekuasaan bangsa Het, sedang negara-negara dibagian selatan hanya namanya saja tetap di bawah Mesir. Pada bagian pertama abad 13 sM Mesir mendapatkan kembali pengawasannya yang efektif di Palestina dan di Siria bagian pantai (bangsa Het tetap menguasai bagian utara dan pedalaman Siria). Tetapi pengawasan ini melemah setelah beberapa waktu (Band. H Klengel, Geschuhte Syriens 1-3, 1965-1970). Demikianlah Israel pada bagian akhir abad 13 menjumpai bangsa Kanaan dan Amon, tapi tidak secara khusus menjumpai penentangan Mesir (kecuali serangan yang gagal). Penaklukan oleh Rameses III, ±1180 sM, mewujudkan suatu serangan pembersihan ke dalam dataran Siria, sebagian besar. Melalui jalan-jalan pantai dan jalan-jalan utama, dan tidak tetap untuk menghindari serangan.
 
            Pada akhir abad 13 sM pengawasan negara-negara kota Kanaan atau Amori, yang sekarang telah merosot itu dihancurkan oleh pergolakan politik. Orang-orang Israel, di bawah Yosua, memasuki Palestina Barat dan seberang Yordan, memperoleh kuasa pertama-tama atas daerah pegunungan dan mengalahkan serentetan raja Kanaan. Bangsa Filistin dengan kebudayaan Zaman Besi menetap di daerah pantai Palestina dan di luarnya. Sementara itu, menurut dokumen Mesir. bangsa-bangsa pelaut (termasuk bangsa Filistin) telah meniadakan pemerintahan Het dan meluas menerobos Sina dan Palestina hingga dihentikan oleh Rameses III di tapal batas Mesir. Akhirnya, perembesan bangsa Aram dari Siria makin bertamhah-tambah memasuki daerah pedalaman. Akibatnya adalah bahwa orang-orang Kanaan sekarang memerintah hanyalah di Fenisia yang sebenarnya dengan pelabuhan-pelabuhannya dan di kerajaan-kerajaan yang terpencil di lain tempat. Sejak abad 12 sM orang Kanaan yang semula dalam keadaannya yang baru dan terbatas. Muncul sebagai orang Fenisia yang mengutamakan perdagangan laut pada milenium pertama sM berpusat kepada kerajaan Tirus dan Sidon.[16]
            Orang-orang Kanaan mempunyai suatu panteon yang luas yang dikepalai oleh El. Dalam praktik yang lebih penting ialah Baal ('tuhan'), yakni Hadad, dewa angin taufan dan Dagon. Dengan kuil-kuil di Ugarit dan di tempat lain. Dewi-dewi Asyera, Astarte dan Anat - seperti Baal mempunyai kepribadian yang banyak macamnya dan watak-watak yang garang. Mereka merupakan dewi-dewi seks dan perang. Kotar dan Hasis ialah dewa-dewa kecerdasan dan dewa-dewa lain yang lebih rendah ada berlimpah-limpah.
Kuil-kuil di Palestina meliputi reruntuhan-reruntuhan di Bet-Sean. Megido. Lakhis. Sikhem, dan khususnya Hazor (yang paling sedikit memiliki tiga), disamping reruntuhan reruntuhan di Siria, di Kasna, Alalab atau Ugarit. Naskah-naskah Ugarit menyebutkan bermacam-macam binatang yang dikorbankan kepada dewa-dewa, ternak. domba (domba jantan, anak domba) dan burung-burung (termasuk merpati), sudah barang tentu, korban anggur. Tulang belulang binatang yang digali di beberapa tempat di Palestina mendukung gambaranini.

            Gelar imam besar (rb khnm) dipakai dalam agama orang Kanaan di Ugarit. Sangatlah mungkin bahwa para yang disebut dalam naskah-naskah Ugarit itu adalah pelacur pelacur kuil, Pokoknya menjadi suatu bagian yang utuh dari agama orang-orang Kanaan, yang dilarang keras di Israel (Ulangan 23:17, 18 dab). Korban manusia di dalam agama Kanaan pada milenium kedua sM secara arkeologis belum dapat dipastikan. Bahwa agama Kanaan dulu memikat sifat kebinatangan dan Jasmani dalarn tabiat manusia. Jelas dibuktikan oleh naskah-naskah Ugarit dan naskah naskah Mesir yang berasal dari bangsa Seruit atau dijiwai olehnya. Setelah menyadari sikap agama Kanaan itu maka menjadi makin jelaslah. bahwa secara jasmani dan rohani kekasaran-kekasaran kebudayaan Kanaan yang sedang mengalami keruntuhan itu dan kemunculan Israel dcngan tugasnya yang khusus dan khas itu, tak dapat berada bersama-sama.[17]














Daftar Pustaka

1.      Bergant, Dianne-J. Karris, Robert (ed.). Tafsir Alkitab Perjanjian Lama (judul asli: Collegeville     Bible Commentary), diterjemahkan oleh A. S. Hadiwiyata. Yogyakarta: Kanisius,           2002.  

2.      Browning, W.R.F. Kamus Alkitab: Panduan Dasar ke dalam Kitab –Kitab, Tema, Tempat,           Tokoh, dan Istilah Alkitabiah (judul asli: A Dictionary of the Bible), diterjemahkan oleh             Lim Khiem Yang-Bambang Subandrijo. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

3.      Mcelrath, W.N.- Mathias, Billy. Ensiklopedi Alkitab Praktis. 2 jilid. Bandung: Lembaga     Literatur Baptis, 1978.

4.      http://en.wikipedia.org/wiki/Moab, 20 November 2011


[1] Dianne Bergant-Robert J. Karris (ed.), Tafsir Alkitab Perjanjian Lama (judul asli: Collegeville Bible Commentary), diterjemahkan oleh A. S. Hadiwiyata (Yogyakarta: Kanisius, 2002), hlm. 363.
[2] W. R. F. Browning, Kamus Alkitab: Panduan Dasar ke dalam Kitab –Kitab, Tema, Tempat, Tokoh, dan Istilah Alkitabiah (judul asli: A Dictionary of the Bible), diterjemahkan oleh Lim Khiem Yang-Bambang Subandrijo (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007), hlm. 49. 
[3] W.N.Mcelrath-Billy Mathias, Ensiklopedi Alkitab Praktis, jilid II (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1978), hlm. 364.

[5]  W.R.F. Browning, Kamus Alkitab…, hlm. 65
[6] W.N.Mcelrath-Billy Mathias, Ensiklopedi Alkitab…, hlm. jilid II, hlm. 132.
[7] W. R. F. Browning, Kamus Alkitab…, hlm. 112
[8] W.N.Mcelrath-Billy Mathias, Ensiklopedi…, jilid II, hlm. 185.

[9] http://en.wikipedia.org/wiki/Moab, 20 November 2011.
[10] W.N.Mcelrath-Billy Mathias, Ensiklopedi…, jilid II, hlm. 215
[11] W. R. F. Browning, Kamus Alkitab…, hlm.186

[12] W.N.Mcelrath-Billy Mathias, Ensiklopedi Alkitab Praktis…, hlm. 123

[13]  http://en.wikipedia.org/wiki/Moab, 15 November 2011
[14]  W.N.Mcelrath-Billy Mathias, Ensiklopedi Alkitab…, jilid II, hlm. 236.
[15]  Billy W.N.Mcelrath Mathias, Ensiklopedi Alkitab…, jilid II, hlm. 198.
[16]  http://en.wikipedia.org/wiki/Moab, 20 November 2011
[17] Billy W.N.Mcelrath Mathias, Ensiklopedi Alkitab…, hlm. 347.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar